Sabtu, 10 September 2011

Cerita di balik "Botok"

Assalamu'alaikum....
Taqabalallahu Minna Wa Minkum.... Mumpung bulan Syawalnya belum habis, saya ucapkan Met Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Dari semalam sudah membayangkan ingin belajar membuat Botok udang, jadi pagi-pagi sekali ngajak si emak ke pasar. Ternyata membuat botok itu mudah, hanya saja membungkusnya yang saya kesusahan. Sebenarnya hal ini sederhana hanya saja yang luar biasa adalah Ibu saya ini.
Pertama Beliau membuat bumbu menjadi dua bagian, saya tanya kenapa jawab beliau karena beliau ingin memberi ke Besannya (mertua kakakku yang kedua yang bernama Bu Sarnen). Kata Mama' Bu Sarnen tidak suka kalau bumbunya diulekin lombok tapi lomboknya diutuhin saja.. Kemudian Mama' memisahkan lagi adonannya kali ini tidak diberi lombok, saya tanya kenapa jawab beliau untuk Atin (istri sepupu saya). Dan ternyata masih ada lagi yang di pisahkan yaitu yang tidak ada jamurnya karena keponakan saya tidak suka jamur. Jadi ada beberapa jenis botok yang dibuat walau semua bahan sama, tapi ribet juga memmisahkannya. Hmmmm..... Setelah matang Mama' pun masih bingung menghitung, untuk si ini, untuk si itu bla bla bla....
Itulah Ibuku, seringnya beliau mementingkan orang lain dari pada keinginannya sendiri. Terlalu senang memberi "apapun" ke orang lain, sebenarnya saya pribadi tidak masalah, tapi kadang-kadang beliau suka melupakan anaknya sendiri (kasian ya kami??) hanya untuk pemberian yang adil terhadap keluarga kami yang lain.
Begitulah Ibuku, apapun yang belaiu buat tak pernah melupakan orang lain.... Hal yang saya pelajari dari membuat botok hari ini adalah.... Kesabaran, keadilan dan indahnya berbagi.... Semoga jadi surga buat Ibu... Love You Mom.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar