Baru kali ini merasakan kejengkelan yang luar biasa, sampai-sampai dalam perjalanan pulang tadi meneteskan air mata. Cengeng mungkin, tapi itulah yang aku rasakan saaat ini. Semua yang terjadi dalam dunia kerjaku sekarang tidaklah sama seperti pertama kali aku sebagai Guru.
Pertama kali ngajar, awalnya memang bingung, takut salah ngomonglah, takut salah bersikaplah, bla bla bla...... Banyak sekali ketakutan-ketakutan sebagai guru baru. Namun seiring berjalannya waktu, aku belajar, belajar bagaimana menjadi Guru yang baik untuk siswa ku, rekan kerja yang menyenangkan bagi teman kerjaku, dan sahabat yang baik bagi mereka semua. Dulu di sekolah pertama aku mengajar, tugasku hanyalah mengajar. Hanya satu kesulitanku, tahun kedua aku mengajar aku diberi amanah untuk mengajar Fisika dan Biologi. Awalnya bingung harus gimana karena yang aku pahami hanyalah Matematika, tapi tetap harus dijalani dengan keyakinan bahwa "aku bisa". Dan kesulitan lainnya adalah berusaha untuk tidak menjadi kelompok manapun di sekolah, berusaha untuk tidak memihak. Susahnya dunia kerja, bukan hanya apa yang menjadi tugas utama saja yang dihadapi tetapi diluar dari pada itu masih banyak yang harus dihadapi. Namun dulu kujalani dengan hati yang Ikhlas (insyaAllah). Aku senang karena harus bertemu anak-anak yang walaupun tingkah-tingkah mereka bikin gila tapi sering kali bikin tertawa.
Sekarang semua berbeda, benar-benar berbeda. Tugas tambahan yang lain selain mengajar, kadang membuat saya kurang fokus dalam mengajar. Seringkali malas masuk kelas karena mata pelajaran yang harus saya sampaikan sama sekali saya sendiri tidak paham (sekarang saya juga mengajar Pembukuan). Belum lagi aturan-aturan yang harus saya patuhi. Sebenarnya saya bukanlah Guru yang tidak disiplin, dalam artian bahwa saya termasuk Guru yang rajin masuk, jarang terlamabat kalaupun terlambat pasti ada sebab bukan karena saya malas. Jika saya di amanhkan tugas, pasti saya lakukan sebaik-baiknya walau sering kali tidak dapat honor (hehehe....).
Sekarang, saya benar-benar merasa diri saya bukanlah Guru yang baik. Banyak hal yang saya lihat dan saya dengar tidak sesuai dengan prinsip saya. Banyak hal-hal yang saya anggap salah terjadi tanpa saya bisa berbuat sesuatu.
Satu hal yang saya harapkan untuk diri saya adalah semoga semua bisa kembali ke pada tujuan utama saya sebagai Guru.... Memberikan ilmu.... Menyampaikan kebenaran.... Bissmillah.... Semoga bisa.....
Rabu, 28 September 2011
Sabtu, 10 September 2011
Cerita di balik "Botok"
Assalamu'alaikum....
Taqabalallahu Minna Wa Minkum.... Mumpung bulan Syawalnya belum habis, saya ucapkan Met Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Dari semalam sudah membayangkan ingin belajar membuat Botok udang, jadi pagi-pagi sekali ngajak si emak ke pasar. Ternyata membuat botok itu mudah, hanya saja membungkusnya yang saya kesusahan. Sebenarnya hal ini sederhana hanya saja yang luar biasa adalah Ibu saya ini.
Pertama Beliau membuat bumbu menjadi dua bagian, saya tanya kenapa jawab beliau karena beliau ingin memberi ke Besannya (mertua kakakku yang kedua yang bernama Bu Sarnen). Kata Mama' Bu Sarnen tidak suka kalau bumbunya diulekin lombok tapi lomboknya diutuhin saja.. Kemudian Mama' memisahkan lagi adonannya kali ini tidak diberi lombok, saya tanya kenapa jawab beliau untuk Atin (istri sepupu saya). Dan ternyata masih ada lagi yang di pisahkan yaitu yang tidak ada jamurnya karena keponakan saya tidak suka jamur. Jadi ada beberapa jenis botok yang dibuat walau semua bahan sama, tapi ribet juga memmisahkannya. Hmmmm..... Setelah matang Mama' pun masih bingung menghitung, untuk si ini, untuk si itu bla bla bla....
Itulah Ibuku, seringnya beliau mementingkan orang lain dari pada keinginannya sendiri. Terlalu senang memberi "apapun" ke orang lain, sebenarnya saya pribadi tidak masalah, tapi kadang-kadang beliau suka melupakan anaknya sendiri (kasian ya kami??) hanya untuk pemberian yang adil terhadap keluarga kami yang lain.
Begitulah Ibuku, apapun yang belaiu buat tak pernah melupakan orang lain.... Hal yang saya pelajari dari membuat botok hari ini adalah.... Kesabaran, keadilan dan indahnya berbagi.... Semoga jadi surga buat Ibu... Love You Mom.....
Taqabalallahu Minna Wa Minkum.... Mumpung bulan Syawalnya belum habis, saya ucapkan Met Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Dari semalam sudah membayangkan ingin belajar membuat Botok udang, jadi pagi-pagi sekali ngajak si emak ke pasar. Ternyata membuat botok itu mudah, hanya saja membungkusnya yang saya kesusahan. Sebenarnya hal ini sederhana hanya saja yang luar biasa adalah Ibu saya ini.
Pertama Beliau membuat bumbu menjadi dua bagian, saya tanya kenapa jawab beliau karena beliau ingin memberi ke Besannya (mertua kakakku yang kedua yang bernama Bu Sarnen). Kata Mama' Bu Sarnen tidak suka kalau bumbunya diulekin lombok tapi lomboknya diutuhin saja.. Kemudian Mama' memisahkan lagi adonannya kali ini tidak diberi lombok, saya tanya kenapa jawab beliau untuk Atin (istri sepupu saya). Dan ternyata masih ada lagi yang di pisahkan yaitu yang tidak ada jamurnya karena keponakan saya tidak suka jamur. Jadi ada beberapa jenis botok yang dibuat walau semua bahan sama, tapi ribet juga memmisahkannya. Hmmmm..... Setelah matang Mama' pun masih bingung menghitung, untuk si ini, untuk si itu bla bla bla....
Itulah Ibuku, seringnya beliau mementingkan orang lain dari pada keinginannya sendiri. Terlalu senang memberi "apapun" ke orang lain, sebenarnya saya pribadi tidak masalah, tapi kadang-kadang beliau suka melupakan anaknya sendiri (kasian ya kami??) hanya untuk pemberian yang adil terhadap keluarga kami yang lain.
Begitulah Ibuku, apapun yang belaiu buat tak pernah melupakan orang lain.... Hal yang saya pelajari dari membuat botok hari ini adalah.... Kesabaran, keadilan dan indahnya berbagi.... Semoga jadi surga buat Ibu... Love You Mom.....
Langganan:
Komentar (Atom)